Spinal Cord Injury (SCI)

Rckenschmerz 2Spinal Cord Injury (SCI) atau cedera sumsum tulang belakang adalah kerusakan pada sumsum tulang belakang yang mengakibatkan hilangnya fungsi seperti mobilitas atau sensasi. Penyebab kerusakan yang sering terjadi adalah trauma (misalnya kecelakaan mobil, jatuh atau menyelam) atau penyakit (misalnya polio, spina bifida atau Ataxia Friedreich).

 

  • Quadriplegia (juga dikenal sebagai tetraplagia) adalah kehilangan fungsi di bawah leher.
  • Paraplegia adalah hilangnya fungsi di bawah dada.

Saraf tulang belakang tidak harus putus  sehingga menyebabkan kehilangan fungsi gerak. Sebenarnya, pada kebanyakan orang dengan cedera tulang belakang, sumsum tulang belakangnya utuh, namun kerusakan akibat kompresi atau memar menyebabkannya hilang fungsi. Cedera sumsum tulang belakang sangat berbeda dengan cedera punggung seperti disk pecah, stenosis tulang belakang atau saraf terjepit.

Apa Spinal Cord dan vertebrae itu?

Spinal Cord dewasa berukuran sekitar 50 sentimeter dan memanjang dari dasar otak hingga sekitar pinggang. Ini adalah kumpulan utama saraf yang membawa pesan antara otak dan bagian tubuh lainnya. Saraf di dalam sumsum tulang belakang (upper motor neuron) membawa pesan bolak-balik dari otak ke saraf tulang belakang sepanjang saluran spinalis. Lower motor neuron bercabang dari sumsum tulang belakang ke bagian tubuh yang lain, membawa sensasi (dari kulit dan bagian tubuh dan organ lain ke otak) dan instruksi (ke berbagai bagian tubuh untuk memulai tindakan seperti gerakan otot).

Cedera pada sumsum tulang belakang menyebabkan hilangnya fungsi saraf, anggota gerak dan organ di bawah lokasi cedera.

Spinal Cord terletak di dalam vertebra. Cincin tulang ini disebut spinal column atau tulang belakang. Secara umum, semakin tinggi cedera pada tulang belakang, semakin banyak  seseorang akan mengalami gangguan fungsi.

Ada tujuh vertebrae di leher – Cervical Vertebra -C1 (di bagian atas) sampai C7. Cedera di daerah ini biasanya menyebabkan hilangnya fungsi pada lengan dan tungkai (quadriplegia atau tetraplegia).

Ada dua belas Vertebrae toraks. Yang tertinggi (T1) adalah tempat dimana tulang rusuk menempel. Cedera pada daerah toraks mempengaruhi dada dan tungkai.

Antara vertebra toraks dan panggul terletak 5 Vertebra Lumbar. 5 Vertebra Sacral memanjang dari panggul sampai ke ujung tulang belakang. Cedera pada saraf di vertebra lumbar dan sakral umumnya berakibat pada kehilangan fungsi di pinggul dan kaki.

Hilangnya fungsi di dada, pinggul dan tungkai adalah Paraplegia.

Apa efek dari cedera tulang belakang?
Efek dari cedera tulang belakang tergantung pada jenis dan tingkat cedera.
Cedera tulang belakang biasanya disebut sebagai complete atau incomplete. Dalam cedera tulang belakang yang complete tidak ada sinyal di bawah titik cedera antara otak dan tubuh – tidak ada sensasi dan tidak ada gerakan yang disadari. Seseorang dengan cedera incomplete mungkin bisa menggerakkan satu tungkai lebih kuat dari yang lain, mungkin bisa merasakan bagian-bagian tubuh yang tidak dapat dipindahkan, atau mungkin lebih berfungsi di satu sisi tubuh daripada yang lain. Dengan kemajuan dalam perawatan akut cedera tulang belakang, cederaincomplete menjadi lebih umum.

Tingkat cedera sangat membantu dalam memprediksi bagian tubuh mana yang mungkin terkena kelumpuhan dan kehilangan fungsi.

Apa itu ASIA Impairment Scale?

Tingkat fungsional setelah cedera diukur menurut ASIA (American Spinal Injury Association) Impairment Scale adalah:

  • A – Complete: Tidak ada Fungsi  gerak dan sensoris di segmen sakral terendah (S4-S5).
  • B – Incomplete: Fungsi sensoris di bawah tingkat neurologis dan S4-S5, tidak ada fungsi motorik di bawah tingkat neurologis.
  • C – Incomplete: Fungsi gerak di bawah tingkat neurologis dan lebih dari separuh kelompok otot utama di bawah tingkat neurologis memiliki nilai otot kurang dari 3.
  • D – Tidak lengkap: Fungsi gerak di bawah tingkat neurologis dan setidaknya setengah dari kelompok otot jtama di bawah tingkat neurologis memiliki nilai otot 3.
  • E – Normal: Fungsi gerak dan sensorik normal

Baca lebih lanjut tentang ASIA Impairment Scale.

Seseorang dengan cedera tulang belakang di atas C4 mungkin memerlukan ventilator untuk bernafas. Cedera pada C5 mengakibatkan kehilangan kontrol bahu dan otot bisep , tetapi tidak mempengaruhi kontrol pada pergelangan tangan atau tangan. Cedera pada C6 mengakibatkan kehilangan kontrol pergelangan tangan, tapi bukan pada tangan. Cedera pada C7 dan T1 mengakibatkan kehilangan kemampuan untuk meluruskan lengan, namun hanya mengalami  keterbatasan ketrampilan tangan dan jari saja.

Setelah cedera tulang belakang berapa banyak fungsi yang bisa dipulihkan?

Pada saat cedera, sumsum tulang belakang membengkak. Ketika pembengkakan ini berkurang, beberapa fungsi bisa kembali. Ini bisa memakan waktu hingga 18 bulan setelah cedera. Namun, hanya sebagian kecil orang dengan cedera tulang belakang yang memulihkan semua fungsinya.

Sebagian besar bagian tubuh dan organ tubuh dapat memperbaiki dirinya sendiri setelah mengalami cedera. Namun sistem saraf pusat dan saraf tepi sangat rumit. Mencoba memperbaiki kerusakan akibat cedera otak atau tulang belakang adalah teka-teki yang belum terpecahkan.

Namun kerusakan yang disebabkan oleh cedera tulang belakang dapat dikurangi dengan membatasi kematian sel segera dan mengurangi radang pada syaraf tulang belakang yang cedera.

Upaya untuk meregenerasi fungsi di daerah yang rusak berfokus pada regrowing nerves, menghalangi mekanisme yang menghentikan neuron untuk melakukan regrowing sendiri, memasukkan sel baru dan bypass area yang rusak.

Program latihan berbasis aktivitas secara intensif dapat membantu dalam peningkatan kemampuan fungsional kemandirian. Program latihan intensif antara lain

  • Meningkatkan massa otot
  • Meningkatkan aktivitas otot
  • Meningkatkan sirkulasi darah
  • Meningkatkan sensasi
  • Mencegah penurunan kepadatan mineral tulang
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Meningkatkan kemandirian kegiatan sehari-hari dan  pekerjaan
  • Mengurangi kerusakan jaringan kulit dan masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan cedera tulang belakang

Apakah semua orang dengan cedera tulang belakang menggunakan kursi roda?

Orang dengan cedera tulang belakang yang parah biasanya membutuhkan kursi roda otomatis untuk kemandirian mobilitas . Orang dengan cedera tulang belakang tipe C rendah dan di bawahnya mungkin bisa menggunakan kursi roda manual.

Kursi manual lebih nyaman karena harganya murah, ringan dan mudah dilipat untuk transportasi. Namun kemandirian yang diberikan oleh kursi roda otomatis bagi orang yang membutuhkannya melebihi segala keterbatasan.

Beberapa orang berjalan menggunakan kruk dan brace untuk tungkai. Ini tidak berarti mereka tidak akan pernah menggunakan kursi roda, mungkin lebih memilih menggunakan kursi roda untuk jarak yang lebih jauh.https://scia.org.au

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s