• Categories

  • Archives

  • I B I T A

  • Follow me on Twitter

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 1,096 other followers

Definisi dan Klasifikasi Hipertensi

hipertensionTekanan Darah (TD) adalah kekuatan darah ketika melewati dinding arteri. Tekanan Darah dicatat dalam dua angka, tekanan sistolik (ketika jantung kontraksi) dan tekanan diastolik (ketika jantung dilatasi). Pencatatan angka sistolik di atas angka diastolik. TD sistolik yang normal kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg.

Kriteria klasifikasi hipertensi yang baru saat ini tidak lagi menggunakan istilah hipertensi ringan, sedang, dan berat (WHO tahun 1991 -1999), karena baik hipertensi ringan, sedang, dan berat memiliki risiko yang sama besarnya untuk terjadinya komplikasi. Sekali lagi ditekankan pada pasien, keluarga pasien maupun dokternya untuk tidak menganggap ringan TD yang tidak terlalu tinggi. Lebih awal Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment on High Blood Pressure 6 (JNC 6) membagi kriteria hipertensi berdasarkan tiga derajat, tetapi dengan banyaknya komplikasi yang timbul, batasan kriteria tersebut dipersempit; begitu juga WHO 1999.

                    Tabel 1. Klasifikasi JNC 6

  

Kategori

 

TD (mmHg)

 

Optimal

 

< 120/80

 

Normal

 

120-129/80-84

 

Borderline

 

130-139/85-89

 

Hipertensi

 

> 140/90

 

Stadium 1

 

140-159/90-99

 

Stadium 2

 

160-179/100-109

 

Stadium 3

 

> 1 80/1 1 0

 

 

 

Tabel 2. Klasifikasi JNC 7

                                         TD Sistolik        TD Diastolik

                                          (mmHg)              (mmHg)

Normal Prehipertensi Hipertensi stadium 1 Hipertensi stadium 2

 

< 120 120-139 140-159 > 160

 

dan < 80 atau 80-89 atau 90-99 atau > 1 00

 

 

            Saat ini, kriteria hipertensi terbaru di Amerika Serikat berdasarkan kriteria JNC 7 (Tabel 2). Prehipertensi bukan kategori penyakit. Istilah tersebut hanya untuk mengidentifikasi seseorang berisiko tinggi untuk menjadi hipertensi. Dengan demikian pasien dan dokter menyadari risiko ini dan mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit. Kelompok prehipertensi bukan calon terapi dengan obat anti hipertensi.  Modifikasi pola hidup merupakan strategi pencegahan yang penting.

Dr Lucky Aziza B, SpPD, KGH (Hipertensi The Silent Killer)

One Response

  1. […] ·         Hipertensi […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: